SJB edisi 47, 25-26 November 2017

Tahun Liturgi Gereja Katolik.

Minggu depan kita akan memasuki Minggu Advent, dan seminggu sebelum Advent,
Gereja menutup tahun liturginya dengan perayaan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus
Raja Semesta Alam. Jika kita mencermati dan mendengarkan bacaan sabda Tuhan dalam
perayaan Ekaristi, termasuk misa harian, dalam kurun waktu 3 tahun setelah melewati
tahun A, B, dan C liturgi gereja, kita akan ‘selesai’ membaca hampir seluruh isi Kitab Suci.
Jadi memang bacaan liturgi disusun sedemikian rupa, dikemas dalam lingkaran Liturgi
yang utuh yang memaparkan sejarah keselamatan dan penyelamatan manusia sejak
kisah penciptaan dalam Kejadian sampai Wahyu. Bukan hanya itu, dalam lingkaran Liturgi
kita juga secara menyeluruh dipaparkan Kisah penebusan Kristus sejak kedatangan
Yohanes yang mempersiapkan kelahiran Juruselamat sampai wafat dan kebangkitanNya.
Tidak ada perayaan ‘liturgi’ selengkap Liturgi dalam Gereja Katolik yang merangkum tiga
masa sekaligus: Masa lampau – Wafat Kristus kita maklumkan; Masa kini
KebangkitanNya kita muliakan; Masa depan – KedatanganNya kita rindukan.
Kalender bacaan Liturgi dibuat sedemikian untuk setidaknya kita memperoleh
kesempatan “mendengarkan sabda” (bukan membaca Kitab Suci) saat setiap perayaan
Ekaristi di gereja secara teratur dan lengkap sepanjang tiga tahun liturgi. Bukan hanya itu,
sebenarnya bersumber dari bacaan-bacaan Liturgi Ekaristi, juga mengalir dalam doa-doa
harian dan bacaan rohani harian para biarawan dan biarawati yang saling bersinergi
dengan liturgi sepanjang tahun, menjadikan hari-hari dan jam-jam doa mereka semakin
indah dan teratur dalam saling keterkaitan satu sama lain….
Makanya….rajin-rajinlah ke Gereja, untuk mendengarkan sabda Tuhan, sehingga
setidaknya pernah minimal 1 kali tamat membaca Kitab Suci nya. Tentu yang sisanya
harus dilengkapi sendiri dengan membaca secara rutin di rumah secara pribadi.
Setelah tiga tahun berjalan melewati tahun A, B, dan C; bacaan Liturgi akan kembali
mengulang lagi dari awal dengan penyesuaian peringatan, pesta dan Hari raya Orang
Kudus dan Hari raya Gereja yang dirayakan menurut tanggal dan hari yang berbeda.
Walaupun mengulang, lihatlah kemudian bahwa pembahasan dan refleksi tentang Kitab
Suci dalam Liturgi Gereja selalu baru dan tidak pernah mengulang….itulah kekayaan
Sabda Allah yang nyata, yang tidak pernah usang dan selalu baru setiap hari sepanjang
masa. Selamat untuk menjadi rajin yaaa.

Pst. S. Budi Saptono,OSC

Advertisements